 |
| Bunga-bunga dimana-mana |
Aku suka tanaman. Awal-awalnya dimulai
dari mawar. Nggak inget sejak kapan mulai suka tapi seingatku sejak
kuliah. Bisa berjam-jam bicara dengan pamanku kesana kemari tentang
sawah dan tanaman. Saat sudah punya uang saku dibela-belain beli bunga
meskipun besoknya harus puasa, hehe. Temenku waktu itu yang suka bunga
dan pergi bareng namanya Utty. Waktu itu paling sering beli mawar
ditanem di halaman yang super kecil di Griya Indah 184G Yogya. Pohonnya
satu atau dua tapi bunganya lumayan banyak sehingga sering jadi spot
foto bareng. Aku juga nanem mangga harum manis diantara pinggir jalan
dan saluran air, tanahnya tidak ada, jadi pavin bloknya ku bongkar
sekitar empat supaya bisa tanem. Semua orang nertawain, kata mereka
orang gak lama tinggal disini kok pake nanem. Kalo kita nanem kan tidak
harus kita yang dapet menikmati kan? Masi ada adek-adek dan sampai
rumah itu dijual pohon mangganya masi ada. Yang beli rumah pun dapet
bonus peneduh dan buah kalo pohonnya gak ditebang.
Waktu
itu berlangganan majalah Trubus dengan idola Ibu Iin Hasim. Berkhayal
bisa jalan jalan ke tempat yang banyak bunga dan jual bibit bunga untuk
di tanam di halaman (halaman yang manaaaa ya?), rumah aja belum punya.
Kemana-mana
tidak lepas dari melihat bunga, foto bunga, foto dengan bunga, membeli
bunga, dan menanam bunga. Sampai temen satu kursus ada yang nggak mau
duduk dengan ku di pesawat takut gak kebagian tempat duduk gara-gara
daun bunga mbak Leli yang mencuat kesana-kemari katanya.
 |
| Bunga-bunga di Riverside Garden in Lingsar |
Kalo temenku pulang dari kota yang banyak
bunganya, oleh-oleh untukku hampir selalu bunga. Bunga-bunga sebagian
besar gak selamet karena suhu yang tidak begitu cocok di Mataram, Lombok
dengan suhu tropis yang panas, tapi sekarang aku mulai tinggal di
daerah yang agak sejuk dan mulai menanam di Sembalun. Lombok cuacanya
mirip kota Perth kalo tidak sedang panas. Alhamdulillah pohon kembangnya
berhasil berbunga.
 |
| Bunga-bunga di Lembah Rinjani, Sembalun |
Dan Sejak belasan tahun belakangan ini aku
mulai mengidolakan kebun bunga tante Saleh tetangga di desa Sembalun
Bumbung. Berdoa dan berharap aku juga bisa punya kebun bunga untuk ibuku
tersayang di salah satu kaki gunung di sekitar Sembalun dan ngajak
ibuku liat bunga yang banyak di Canberra atau Keikenhof. Amiin. Musti
banyak-banyak berdoa, banyak kerja dan banyak nabung :)
Jadi pada tau kaan. Ini bisa jadi ide kalo mau kasi aku hadiah :) Kasi saja bunga tau pohon.
Dan hobi akan terus berlanjut....Sekarang aku punya 3 temen baru yang suka bunga Mb D, mb Reni dan Sri
 |
| Temen-temen Seperbungaan |
No comments:
Post a Comment