Orang kota bisa menikmati jalan-jalan beli buah di supermarket yang ditata cantik di rak-rak. Pilih-pilih, masukkan kantong plastik, timbang, bayar..
Jreng-jreng
Kalo bayarnya gesek kartu, gak ada lembaran duit yang pindah. Gak terasa. (Saya ni begini). Tinggal uang di rekening yang kurang 🙈. Kalo bayarnya cash, yaa berat juga. 1 kilo apukat cuma 2 ato 3 buah
Kalo bayarnya gesek kartu, gak ada lembaran duit yang pindah. Gak terasa. (Saya ni begini). Tinggal uang di rekening yang kurang 🙈. Kalo bayarnya cash, yaa berat juga. 1 kilo apukat cuma 2 ato 3 buah
Cerita orang rau.
Pagi-pagi pergi bawah pohon apukat. Mungut buahnya. Kadang utuh, kadang pecah. Lebih sering yang jatuh itu masi mentah/tua. Kami tunggu aja 1 atau 2 hari apukat akan matang. Apukatku ajaib. Dari pohon yang sama, kalo buahnya sedikit dan besar besar, dia jadi apukat mentega. Kalo buahnya super banyak dan kecil dagingnya jadi lebih banyak hijaunya, warna menteganya berkurang.
Rasanya juga berbeda sesuai tingkat warna menteganya. Apukat yang ada di foto ini agak berair, lembut, daging hijaunya gak pahit.
Aku kurang doyan apukat, tapi aku makan aja, tambahin sedikit susu.
Wala! Jadi lah sarapan sehat ala orang kota. Paling top, aku makan apukat dicampur dengan skm putih atau dijus dengan tambahan skm coklat. Kalo mb Dewi bisa jadi macem-macem. sampai buah yang kecil pun akan bermanfaat kalo dia di Sembalun. Tugasku megumpulkan buah jatuh dan memakan hasil buatan mb Dewi. Tahun ini gak ada mb Dewi yang kasi tugas pungut buah jatuh pagi-pagi. Covid memisahkan apukat Sembalun & mbak Dewi. Next year and next year and next year kalo masi ada umur panjang bisa bertemu apukat Sembalun lagi ya mb Dewi. Insha Allah.
Berapa harga apukat di tempatmu?
Di Sembalun, pengumpul buah memetik sendiri di pohon kisaran harga rp.5000/kg
*rau adalah ladang bahasa orang Sembalun. Biasanya jauh dari pemukiman. Dulu waktu tanah ini dimiliki (+-30 taun lalu) jauhnya pakai sangat. Di jalur utama desa hanya ada 1 atau dua rumah. Dan masi namanya Desa Sembalun Lawang. Sekarang lokasi rauku di desa Sembalun kecamatan Sembalun. Di depannya bisa dibilang ada 1 dusun. Lalu orang-orang udah bangun penginapan sampai bagian atas di dekat bukit-bukit.
Sembalun berkembang teman-teman.

No comments:
Post a Comment