Translate

Saturday, 28 December 2013

Aku Suka Tanaman



Bunga-bunga dimana-mana
Aku suka tanaman. Awal-awalnya dimulai dari mawar. Nggak inget sejak kapan mulai suka tapi seingatku sejak kuliah. Bisa berjam-jam bicara dengan pamanku kesana kemari tentang sawah dan tanaman. Saat sudah punya uang saku dibela-belain beli bunga meskipun besoknya harus puasa, hehe. Temenku waktu itu yang suka bunga dan pergi bareng namanya Utty. Waktu itu paling sering beli mawar ditanem di halaman yang super kecil di Griya Indah 184G Yogya. Pohonnya satu atau dua tapi bunganya lumayan banyak sehingga sering jadi spot foto bareng. Aku juga nanem mangga harum manis diantara pinggir jalan dan saluran air, tanahnya tidak ada, jadi pavin bloknya ku bongkar sekitar empat supaya bisa tanem. Semua orang nertawain, kata mereka orang gak lama tinggal disini kok pake nanem. Kalo kita nanem kan tidak harus kita yang dapet menikmati kan? Masi ada adek-adek dan sampai rumah itu dijual pohon mangganya masi ada. Yang beli rumah pun dapet bonus peneduh dan buah kalo pohonnya gak ditebang.

Waktu itu berlangganan majalah Trubus dengan idola Ibu Iin Hasim. Berkhayal bisa jalan jalan ke tempat yang banyak bunga dan jual bibit bunga untuk di tanam di halaman (halaman yang manaaaa ya?), rumah aja belum punya.

Kemana-mana tidak lepas dari melihat bunga, foto bunga, foto dengan bunga, membeli bunga, dan menanam bunga. Sampai temen satu kursus ada yang nggak mau duduk dengan ku di pesawat takut gak kebagian tempat duduk gara-gara daun bunga mbak Leli yang mencuat kesana-kemari katanya.
Bunga-bunga di Riverside Garden in Lingsar
Kalo temenku pulang dari kota yang banyak bunganya, oleh-oleh untukku hampir selalu bunga. Bunga-bunga sebagian besar gak selamet karena suhu yang tidak begitu cocok di Mataram, Lombok dengan suhu tropis yang panas, tapi sekarang aku mulai tinggal di daerah yang agak sejuk dan mulai menanam di Sembalun. Lombok cuacanya mirip kota Perth kalo tidak sedang panas. Alhamdulillah pohon kembangnya berhasil berbunga.
Bunga-bunga di Lembah Rinjani, Sembalun
Dan Sejak belasan tahun belakangan ini aku mulai mengidolakan kebun bunga tante Saleh tetangga di desa Sembalun Bumbung. Berdoa dan berharap aku juga bisa punya kebun bunga untuk ibuku tersayang di salah satu kaki gunung di sekitar Sembalun dan ngajak ibuku liat bunga yang banyak di Canberra atau Keikenhof. Amiin. Musti banyak-banyak berdoa, banyak kerja dan banyak nabung :)

Jadi pada tau kaan. Ini bisa jadi ide kalo mau kasi aku hadiah :) Kasi saja bunga tau pohon.

Dan hobi akan terus berlanjut....Sekarang aku punya 3 temen baru yang suka bunga Mb D, mb Reni dan Sri
Temen-temen Seperbungaan